Liputan6.com, Hanoi - Sedikitnya sembilan orang tewas setelah Topan Bualoi menerjang Vietnam tengah dengan hujan lebat dan angin kencang pada Senin (29/9/2025).
Badai itu memicu banjir, merobohkan atap rumah, serta melumpuhkan jaringan listrik sebelum akhirnya melemah menjadi badai tropis.
Tim penyelamat kini masih mencari 17 nelayan yang hilang di laut, dikutip dari laman ABC News, Senin (29/9).
Menurut badan meteorologi nasional, Bualoi menghantam garis pantai utara-tengah Vietnam dengan gelombang mencapai delapan meter. Badai tersebut merusak permukiman, sekolah, dan tiang listrik, menyapu jembatan sementara, serta menenggelamkan jalan dan penyeberangan di beberapa provinsi.
Lebih dari 347.000 orang kehilangan aliran listrik. Kendaraan terendam banjir di kota-kota, sementara akses menuju komunitas di dataran tinggi terputus.
“Saya sudah pernah melihat banyak badai, tapi ini salah satu yang terkuat,” ujar Nguyen Tuan Vinh (45), warga Provinsi Nghe An, saat membersihkan puing-puing di sekitar rumahnya.
Tetangganya, Ho Van Quynh, menuturkan bahwa ia sekeluarga menghabiskan malam dengan berjaga-jaga. “Saya terjaga sepanjang malam karena khawatir pintu rumah akan tercabut angin,” katanya.
Sekitar tengah hari, topan berada di wilayah Nghe An dan bergerak ke arah Laos dengan kecepatan angin maksimum turun menjadi 74 km/jam dari sebelumnya 117 km/jam.
Enam dari sembilan korban tewas tercatat di Provinsi Ninh Binh. Seorang pejabat lokal juga meninggal tertimpa pohon saat dalam perjalanan pulang setelah menyiapkan langkah darurat menghadapi badai. Di Kota Hue, satu orang dilaporkan tewas akibat banjir, sementara satu korban lainnya meninggal di Danang.
Berdasarkan laporan badan penanggulangan bencana, Bualoi telah merusak 245 rumah, menggenangi hampir 1.400 hektare sawah dan lahan pertanian, serta memutus akses ke sejumlah wilayah. Meski begitu, tidak ada laporan kerusakan besar di kawasan industri, termasuk pada pabrik milik Foxconn, Luxshare, Formosa Plastics, dan Vinfast yang berada di jalur badai.
Topan Bualoi menghantam Vietnam pada Senin (29/9), membawa angin kencang hingga 133 km/jam dan hujan deras yang menyebabkan banjir serta kerusakan luas. Ribuan orang dievakuasi, hampir 200 penerbangan dibatalkan, dan beberapa orang dilaporkan hilang.