Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Israel diprediksi sangat kekurangan rudal penjegat di tengah kemungkinan meningkatnya konflik dengan Iran dan Lebanon.
Demikian diungkap oleh para ahli dan mantan pejabat militer AS.
Mengutip Financial Times pada Selasa (15/10), Eks pejabat pertahanan AS, Dana Stroul menekankan bahwa masalah amunisi Israel sangat serius.
Stroul memperingatkan kepada Israel untuk memperluas pertahanan udara.
Menurutnya Israel dapat menentukan target mana yang ingin diprioritaskan untuk dilindungi.
Jika Iran merespons serangan Israel dan Hizbullah mengerahkan seluruh kekuatannya, pertahanan udara Israel berada di bawah tekanan.
Ia mengatakan bahwa AS tidak dapat memasok Israel dan Ukraina dengan kecepatan yang sama.
AS sedang berusaha untuk menutup kesenjangan dalam pertahanan udara Israel.
Oleh karena itu AS pada Minggu mengumumkan akan mengirim sistem anti-rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke negara Yahudi tersebut.
Pengiriman sistem pencegat rudal canggih itu untuk mengalau potensi serangan Iran.
(Tribun-Video.com)
https://www.timesofisrael.com/israel-faces-potential-shortage-of-interceptor-missiles-report/
Program: Tribunnews Update
Host: Rima Anggi
Editor Video: Nur Rohman Urip
Uploader: Bintang Nur Rahman