Liputan6.com, Jakarta - Hidup tak lepas dari ujian, termasuk menghadapi hujatan atau celaan dari orang lain. Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan nasihat bijak bagi umat Islam tentang bagaimana menyikapi situasi semacam ini.
Dalam ceramahnya, UAH menjelaskan bahwa ketika seseorang menerima celaan, penting untuk terlebih dahulu memahami siapa yang melontarkan ucapan tersebut. Hal ini dapat membantu menilai langkah apa yang sebaiknya diambil.
"Kalau engkau menerima celaan, lihat siapa yang menghujat. Apakah orang yang berilmu atau orang yang saleh?" ujar UAH mengawali penjelasannya, yang dirangkum dari tayangan video di kanal YouTube @burhanudin4628.
Dalam video tersebut, UAH memberikan panduan yang mendalam namun praktis untuk menghadapi hujatan.
Menurut UAH, orang yang benar-benar berilmu dan saleh tidak akan mencela tanpa alasan yang jelas. Jika ada kritik dari mereka, biasanya kritik tersebut disampaikan dengan niat memperbaiki, bukan untuk menjatuhkan.
"Orang yang saleh tidak mungkin mencela kecuali ada perbaikan di dalamnya," lanjut Ustadz Adi Hidayat.
Kritik dari orang-orang seperti ini, menurut UAH, sebaiknya diterima dengan hati terbuka karena biasanya disampaikan dengan kasih sayang.
Sebaliknya, UAH mengingatkan agar umat Islam berhati-hati terhadap celaan yang datang dari orang-orang yang dipenuhi rasa iri. Dalam hal ini, ia mengajak untuk tidak terpancing emosi dan tetap bersikap tenang.
Simak Video Pilihan Ini:
Faktor Penyebab Pohon Durian di Banyumas dan Cilacap Gagal Berbuah Musim Ini