RI Negosiasi Tarif ke Trump, Begini Respons Danantara dan Sandiaga Uno

Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian global saat ini sedang mengalami gejolak ekonomi karena kebijakan perang tarif antara Presiden Amerika Serikat (AS) dan China yang berdampak pada sejumlah negara berkembang termasuk Indonesia.

Managing Director Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Treasury Ali Setiawan mengatakan, saat ini setiap negara sedang berupaya untuk berdiplomasi dan bernegosiasi terhadap kebijakan pengenaan tarif dagang antar negara, termasuk Indonesia.

"Saya cukup yakin ke depannya nanti akan ada agreement yang bisa diputuskan. At the end of the day saya rasa dari dua belah negara pasti akan melihat apa yang terbaik bagi negara masing-masing," ujarnya saat acara diskusi di Centennial Tower Jakarta, Selasa (15/4).

Dalam kesempatan yang sama, pengusaha nasional Sandiaga Uno mengatakan, Indonesia mau tidak mau akan ikut terlibat dalam arena perang tarif. Sebab, negosiasi dengan pemerintah AS merupakan jalan untuk mempertahankan kestabilan ekonomi ditengah ketidakpastian.

"Indonesia pasti akan terlibat. Tadi kita bahas bahwa tidak ada jalan lain selain kita bernegosiasi, kita berdiplomasi sehingga produk-produk kita yang padat karya terutama tekstil, industri alas kaki, industri-industri seperti perikanan, udang, yang selama ini mengekspor ke Amerika ini tidak terancam dengan tarif yang bisa memukul industri ini," jelasnya.

Menurutnya, tim yang akan dikirim nanti oleh pemerintah tentunya harus memastikan bahwa industri-industri Indonesia dapat terselamatkan.

Selain itu, lanjutnya, kondisi saat ini merupakan kesempatan Indonesia untuk mereview pasar ekspor, sebab Indoensia harus mendiversi...