Produksi Stagnan & Ada Program MBG, Impor Kedelai RI Meroket ke 2,6 Juta Ton


Keterbatasan lahan, produktivitas yang masih rendah hingga kurangnya minat petani untuk menanam menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk menekan impor kedelai sekaligus memenuhi kebutuhan kedelai dari produksi dalam negeri. Data Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS) atau USDA terkait "Oilseeds and Products Update" menyebutkan bahwa produksi kedelai RI untuk tahun pemasaran (MY) 2024/25 hanya mencapai 350 ribu ton dengan kebutuhan nasional mendekati 2,9 juta ton. Dimana lonjakan kebutuhan kedelai ini juga didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Agrifood Analyst CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta mengatakan kemampuan produksi kedelai lokal hanya mampu memenuhi sekitar 12% kebutuhan dalam negeri sehingga impor kedelai dari Amerika Serikat hingga Brazil masih jadi andalan dengan jumlah impor mencapai 2,6 juta ton di 2025. Diperkirakan pada tahun 2026 produksi kedelai berpeluang naik tipis 10 ribu ton menjadi 360 ribu ton namun kebutuhannya juga meningkat. Lalu Seperti apa persoalan RI memenuhi kebutuhan kedelai? Selengkapnya simak ulasan Shinta Zahara dengan Agrifood Analyst CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 23/10/2025) Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/ Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/ https://www.instagram.com/cuap_cuan/ Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT