Kecerdasan buatan (AI) makin merambah banyak aspek kehidupan, termasuk tren unik, tapi kontroversial: membuat "pacar" AI. Mantan CEO Google, Eric Schmidt, menilai fenomena ini bisa berbahaya karena berpotensi meningkatkan kesepian dan memicu perilaku obsesif.
Dalam podcast The Prof G Show bersama Scott Galloway, Schmidt menjelaskan, tren ini memungkinkan remaja menciptakan pasangan romantis virtual yang sempurna, bahkan bisa sampai jatuh cinta. "Ini contoh masalah tak terduga dari teknologi," ujar Schmidt, seperti dikutip dari Techspot.
Schmidt menggambarkan skenario di mana seseorang membuat pacar AI dengan tampilan dan emosi sempurna. Ia memperingatkan bahwa hal ini bisa membuat pengguna terobsesi, terutama remaja pria, yang menurutnya makin rentan karena tantangan hidup yang kian berat.
"Jalan kesuksesan bagi pria muda semakin sulit karena tingkat pendidikan mereka sering kali lebih rendah dibanding wanita saat ini," tambah Schmidt. Ia menyebut banyak pria muda beralih ke dunia online untuk mencari hiburan atau penghasilan.
Baca ini juga :
» Elon Musk Ingin Bikin Studio Game Pakai Teknologi AI, Serius?
» ByteDance Gugat Mantan Anak Magang Senilai Rp 17,4 Miliar karena Sabotase AI
» Komdigi Minta X Buka Kantor di Indonesia, Apa Alasannya?
» OpenAI Tantang Google? Rumor Kerja Sama dengan Samsung Jadi Sorotan!
» Kemenperin Larang Penjualan Pixel 9 di Indonesia! Google Gak Urus TKDN!
Contoh dampaknya sudah ada. Oktober lalu, seorang ibu menggugat Character.ai setelah anaknya bunuh diri akibat obsesi dengan chatbot yang meniru karakter Daenerys Targaryen dari Game of Thrones. Remaja tersebut dilaporkan menghabiskan waktu berjam-jam "berbicara" dengan bot itu.
Schmidt mengingatkan, remaja masih rentan secara emosional dan belum siap menghadapi teknologi semacam ini. Ia mengimbau orang tua untuk lebih terlibat dalam aktiv...