Ekonom Senior INDEF, Fadil Hasan menilai kebijakan Minyakita yang menjadi program minyak goreng hasil alokasi pasar dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) sebagai beban bagi eksportir CPO mengingat ekspor baru bisa dilakukan saat DMO terpenuhi meski di sisi lain bertujuan untuk memastikan pemenuhan minyak goreng murah bari masyarakat.
Guna memastikan keberlangsungan industri sekaligus menjaga ketersediaan minyak goreng dalam negeri maka dibutuhkan koreksi kebijakan DMO. Hal ini terkait harga Minyakita disesuaikan dengan harga pasar karena jika tidak akan ada risiko keberlanjutan program ini.
Sementara Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Mujiburrahman menyebutkan permasalah Tata Niaga Minyak Goreng disebabkan oleh kenaikan harga CPO global sementara harga jual minyak goreng dalam negeri ditetapkan oleh negara.
Seperti apa sebab persoalan Minyakita & solusi apa yang dibutuhkan? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Mujiburrahman dan Ekonom Senior INDEF, Fadil Hasan dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 12/03/2025)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT